Tampilkan postingan dengan label Danau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Danau. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 31, 2012

 
 
Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah menjajal trekking ke Danau Kelimutu namun sebagian mungkin masih bermimpi untuk mengunjunginya. Danau yang memiliki tiga warna ini teletak di puncak Taman Nasional Kelimutu. 
 
Perjalanan dengan mobil sewaan berkapasitas 7 kursi dapat membuat Anda terhibur dengan pemandangan mengesankan disepanjang jalan selama beberapa jam. Perjalanan berliku yang menghubungkan pulau sepanjang 350 km ini bagaimana pun juga merupakan harga yang pantas untuk keindahan panorama Flores yang patut untuk diperbincangkan. 
 
Taman Nasional Kelimutu merupakan taman nasional terkecil dari enam taman nasional di Bali dan Nusa Tenggara. Akan tetapi, ukuranya tidak begitu penting ketika Anda menyaksikan keindahan alam yang ditawarkan taman nasional ini. Di sini terdapat tiga danau yang terletak di puncak Gunung Kelimutu, ketiga danau tersebut memiliki nama yang sama dan popular dikenal sebagai Danau kelimutu. Setiap danau memiliki warna dan arti masing-masing. Ketiga danau itu diyakini merupakan tempat bersemayamnya roh-roh dan juga diyakini memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat. 
Danau Kelimutu dipopularkan seorang warga Belanda bernama Van Such Telen pada tahun 1915. Keindahannya semakin dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan keindahan dan perubahan warna air danau tersebut dalam tulisannya tahun 1929.
Untuk mencapai lokasi danau, Anda dapat memulai dari Moni, kota kecil yang merupakan basecamp para backpacker.Pemandangan indah disepanjang jalan menuju lokasi danau sangatlah indah. Danau paling barat bernama Tiwu Ata Mbupu yang berarti ‘danau  jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal’. Danau yang berada ditengah disebut danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau ‘danau untukjiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal’. Danau yang paling timur disebut Tiwu Ata Polo atau danau untuk jiwa-jiwa untukorang selalu melakukan kejahatan’. Warna ketiga danau tersebut selalu berubah-ubah.
 
Ada danau lain di dunia ini yang dapat berubah warna seperti Danau Biru di Gunung Gambier,di Australia Selatan, yang perubahan warna birunya menjadi warna abu-abu dan dapat diprediksi.Ada pula Danau Yudamari di Gunung Nakade, Jepang, yang perubahan warnanya dari hijau toska menjadi hijau.Perubahan warna air Danau Kelimutu tidak dapat diprediksi. Kadang-kadang, warnanya bisa biru, hijau dan hitam dan lain waktu bisa berwarna putih, merah dan biru dan beberapa waktu yang lalu berwarna coklat tua. 
 
Secara ilmiah perubahan warna Danau Kelimutu merupakan faktor kandungan mineral, lumut dan batu-batuan di dalam kawah dan juga pengaruh cahaya Matahari. Para ilmuwan yakin bahwa danau ini terbentuk dari erupsi gunung vulkanik pada zaman purba. Fenomena ini telah menarik perhatian para ahli geologi karena keberadaan danau yang memiliki tiga warna yang berbeda namun berada di gunung yang sama ini. Masyarakat lokal di Moni, yakin bahwa orang-orang yang tinggal di sekitar danau telah berbuat jahat dan meninggal. 
 
Danau kelimutu merupakan bagian dari Taman Nasional Kelimutu. Titik tertinggi taman nasional ini adalah 5,679 kaki yang terletak di gunung Kelibara (1,731 meter) dan Gunung Kelimutu setinggi 5,544 kaki atau (1,690 meter). Taman Nasional Kelimutu merupakan habitat bagi sekitar 19 jenis burung yang terancam punah diantaranya punai flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), kancilan Flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), cabai emas (Dicaeum annae), kehicap flores (Monarcha sacerdotum), burung madu matari (Nectarinia solaris), dan elang Flores (Spizaetus floris).
 
Disini juga dapat ditemui tikus gunung (Bunomys naso), banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).
 
Masyarakat lokal yakin bahwa danau ini merupakan tempat jiwa orang yang sudah meninggal beristirahat. Area Kelimutu dikelilingi hutan yang ditumbuhi beragam tumbuhan yang jarang ditemukan di tempat lain di Flores. Selain pohon pinus, terdapat juga tumbuhan paku, tumbuhan marga Casuarina, redwood dan bunga edelweiss. Hutan pinus tumbuh subur di ketinggian Gunung Kelimutu. Area lain dari gunung ini tandus dengan pasir dan tanah yang tidak stabil. Masyarakat setempat yakin bahwa Gunung Kelimutu merupakan gunung kramat dan merupakan sumber kesuburan bagi tanah disekitarnya.

Selasa, Oktober 30, 2012

 
Danau Kakaban adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban, ditambah dengan air dari dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun lalu. Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yaitu zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau. Secara administratif, Danau Kakaban termasuk wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Jenis Hewan dan Tumbuhan di Danau Kakaban

Banyak sekali spesies makhluk hidup yang ditemukan di Danau Kakaban. Terdapat kira-kira tiga spesies alga hijau Halimeda menutupi area dasar danau yang dangkal, dan pada akar pohon-pohon bakau terdapat beberapa tunikata, spons, cacing tabung, kerang setangkup, udang-udangan, anemon laut, teripang, beberapa jenis ular laut, ikan kardinal, dan sedikitnya lima jenis ikan gobi.


Beberapa spesies makhluk hidup lainnya belum dapat teridentifikasi. Danau ini diperkaya oleh empat jenis ubur-ubur
(Cassiopeia ornata, Mastigias papua, Aurelia aurita dan Tripedalia cystophora), dibandingkan dengan hanya dua jenis-jenis yang ditemukan di Palau.

Cassiopeia atau “ubur-ubur terbalik” dapat ditemukan berbaring di dasar danau yang dangkal untuk mendapatkan sinar matahari guna memproses makanannya. Satu lagi yang menarik yang dapat ditemukan di Danau Kakaban, yaitu anemon pemakan ubur-ubur. Anemon ini berwarna putih karena telah kehilangan symbiosisnya dengan alga hijau
(zooxanthellae). Anemon ini memakan ubur-ubur yang berenang terlalu dekat dengannya sehingga tentakelnya terjerat.

Hanya dua di dunia


Di dunia, tempat seperti ini hanya dijumpai di Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mempunyai danau di

tengahnya.

Selain itu di pinggiran pantainya juga tumbuh hutan bakau, yang dihuni oleh banyak jenis kepiting, timun laut dan ular laut. Banyak sekali jenis-jenis hewan yang belum diidentifikasi di kawasan ini. Dr. Thomas Tomascik, seorang ahli kelautan berkebangsaan Kanada, mengatakan Pulau Kakaban merupakan surga kekayaan biologi yang ada di Indonesia. Misteri bagaimana hewan dan tumbuhan yang terisolasi dalam danau ini merupakan salah satu obyek yang sangat diminati oleh ilmuwan untuk diungkap. Karena itu laut ini memang pantas menjadi obyek konsevasi alam yang harusnya dilindungi dan dilestarikan.


Salah satu ungkapan yang menarik, bagaimana misalnya ada hewan-hewan laut yang sekarang tetap saja survive padahal kesadahan air di dalamnya sudah berubah total. Pulau Kakaban dalam bahasa daerah adalah pulau yang “memeluk”‘. Jadi Pulau Kakaban artinya “sebuah pulau yang memeluk danau”, termasuk di dalamnya adalah flora dan faunanya yang penuh keunikan.


Ubur-ubur Bulan


Ubur-ubur bulan
(Aurelia aurita). Ubur-ubur yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai moon jellyini merupakan jenis ubur-ubur terbesar di Kakaban dengan ukuran antara 5-40 cm. Bentuk tubuhnya seperti mangkuk berwarna putih agak transparan dengan motif daun semanggi di ujung tudungnya.

Ubur-ubur Totol


Ubur-ubur totol
(Mastigias papua). Ubur-ubur yang dikenal juga sebagai spotted jelly atau lagoon jelly ini mempunyai ukuran antara 1-20 cm. Ubur-ubur ini merupakan jenis ubur-ubur yang paling banyak jumlahnya di Danau Kakaban. Yang unik, ubur-ubur totol danau Kakaban mempunyai karakter yang berbeda dengan ubur-ubur totol pada umumnya. Selain pola totol pada tubuhnya yang mulai memudar, warna tudungnya yang berubah kemerahan, pun tentakelnya yang mengalami pengecilan. Nematosit (kelenjar sengat) pada ubur-ubur totol tereduksi menjadi sangat kecil sehingga kehilangan kemampuannya untuk menyengat.

Ubur-ubur Kotak


Ubur-ubur kotak
(Tripedalia cystophora). Ubur-ubur dengan nama Inggris merupakan ubur-ubur terkecil yang berukuran sekitar 0,7-1 cm. Meski kecil, di habitatnya di laut lepas, ubur-ubur kotak menjadi salah satu ubur-ubur yang sangat mematikan dengan bisa sengatnya. Namun sebagaimana ubur-ubur totol danau Kakaban, ubur-ubur kotak yang terperangkap di danau Kakaban inipun telah kehilangan kemampuan sengatnya yang mematikan karena tereduksinya kelenjar nematosityang dimilikinya.

Ubur-ubur Terbalik


ubur-ubur terbalik
(Cassiopea ornata) atau upside-down jellyfish pun tak kalah unik bahkan menjadi trade mark Pulau Kakaban. Ubur-ubur jenis ini berenang secara terbalik dengan tentakel di bagian atas atas. Ubur-ubur terbalik bersimbiosis dengan zooxanthella (sejenis ganggang) yang menempel di bagian bawah tudung dan tentakel ubur-ubur. Agar zooxanthella mampu berfotosintesis dan menghasilkan makanan, ubur-ubur terbalik (Cassiopea ornata) berjalan terbalik dengan tentakel di bagian atas dan tudung di bagian bawah.

Lokasi


Danau “ubur-ubur” Kakaban berada di Pulau Kakaban yang tidak berpenghuni, yang terletak di Laut Sulawesi di sebelah Utara Semenanjung Sangkulirang, tidak jauh dari Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur. Kakaban, seperti halnya pulau-pulau lain di Kepulauan Derawan masuk ke dalam Kabupaten Berau.